MEDAN | Pusat Studi Lingkungan Hidup dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (PSL & SDGs) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) beraudiensi dan berdiskusi ke Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sumatera Utara, Rabu (4/6) Jl Gatot Subroto No. 261, Medan Sunggal.
Pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara nilai-nilai keislaman dan kesadaran ekologis dalam dunia pendidikan itu dihadiri Prof. Dr. Ir. M. Idris, M.P (Kepala PSL & SDGs UIN Sumut), Mulkan Iskandar Nasution, M.Si (Sekretaris PSL & SDGs), Dr. Rizki Akmalia, M.Pd (Bendahara PSL & SDGs), Prof. Dr. Didik Santoso (Kabid Penelitian dan Pengabdian Masyarakat).
H. Ahmad Qosbi, S.Ag., MM (Kepala Kanwil Kemenag Sumut), H. Muksin Batubara, M.Pd (Kabid Pakis Kemenag), H. Erwin Pinayungan Dasopang, M.Si, serta para dosen PSL & SDGs UIN Sumut.
Teknologi Giometrix dan Etika Ekoteologi
Dalam paparannya, Prof. Idris memperkenalkan Giometrix, sebuah pendekatan teknologi berbasis lingkungan yang akan diintegrasikan dalam kegiatan akademik dan non-akademik madrasah, sekolah, dan pesantren.
Inovasi ini mencakup: pemanfaatan tanaman produktif (Aren, Durian, Kelapa, Matoa, dll.), daur ulang limbah plastik budidaya organik dan pembuatan pupuk alami Pengembangan modul ekoteologi Islami berbasis teknologi.
“Setiap program kami rancang dalam bingkai amanah dan keadilan, yang berlandaskan nilai agama,” ujar Prof. Idris.
Idris menambahkan, program ini telah mendapatkan legalitas melalui Surat Keputusan Rektor dan akan dipantau oleh sub-bidang riset PSL & SDGs.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sumut H. Ahmad Qosbi, menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya siap bersinergi dalam membangun kesadaran lingkungan berbasis spiritualitas Islam.

